Jakarta, CNN Indonesia --
Kantor SAR Jakarta menutup operasi pencarian terhadap tiga orang yang diduga masih hilang di lokasi penambangan PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Operasi pencarian resmi dihentikan pada Selasa (20/1) malam.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pencarian dengan membagi dua tim atau Search and Rescue Unit/SRU
Desi menerangkan SRU I melakukan penyisiran di lubang galian penambangan tradisional berdasarkan informasi dari saksi yang terakhir melihat posisi ketiga korban. Di lokasi itu, kedalaman galian mencapai lebih kurang 200 meter dengan diameter lebar 50-70 cm. Sedangkan, SRU II sebagai unsur medis berada di luar penambangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Tim Rescue kami yang terdiri Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1).
Disampaikan Desi, pada Selasa sore kemarin, tim lantas melakukan debriefing dan evaluasi Operasi SAR dengan stakeholder terkait serta saksi dan juga keluarga korban.
"Dihasilkan simpulan bahwa operasi SAR dinilai tidak efektif dan dapat dilakukan penutupan operasi SAR, karena korban tidak ditemukan," ucap Desi.
Desi menyebut hal ini sesuai dengan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Operasi Pencarian dan Pertolongan.
Sebelumnya, kepolisian memastikan tidak ada insiden ledakan di area tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto yang terjadi ada insisen kepulan asap yang terdeteksi pada Selasa (13/1) sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level pertambangan.
Hingga kini, sumber kemunculan asap masih dalam proses penelusuran karena kondisi di dalam lubang tambang belum aman untuk dimasuki.
"Yang terjadi adalah munculnya asap di salah satu level tambang. Untuk memastikan sumbernya, kami masih menunggu karena kadar karbon monoksida di dalam masih tinggi," ujar Wikha, Rabu (14/1).
Sementara itu, General Manager PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat menjelaskan lonjakan kadar karbon monoksida di Level 700 sempat mencapai sekitar 1.200 ppm, jauh di atas batas aman. Kondisi tersebut diduga berasal dari terbakarnya material kayu penyangga di dalam tambang.
"Kondisi sangat berbahaya sehingga aktivitas di area tersebut kami hentikan sementara dan seluruh pekerja dievakuasi," kata Nilus.
(dis/dal)

3 hours ago
5















































