DPR Panggil Polda Sumut soal Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi III DPR RI memanggil Polda Sumatera Utara dan pihak keluarga terkait meninggalnya perempuan berinisial L setelah diduga menembak kepalanya menggunakan senjata api milik mantan suaminya Bripda IH di Medan pada Minggu (2/8).

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya mencermati kasus itu sebab ada keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh keluarga korban.

Ia meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus itu secara transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maka Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan," kata Habiburokhman melalui video di akun instagramnya, Senin (10/8).

Ia mengingatkan agar tidak ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi. Habiburokhman meminta polisi tidak membuat kesimpulan yang sembarangan apalagi tergesa-gesa.

Ia mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah.

"Kami Komisi III DPR RI akan mengawal kasus ini. Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polresta Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa (11/8) yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum," ujarnya.

Diketahui, L perempuan berusia 30 ditemukan meninggal dunia setelah diduga menembak kepalanya menggunakan senjata api milik mantan suaminya Bripda IH di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan pada Minggu (2/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkap, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan berada di dalam kamar mandi dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.

"Dua saksi yakni IH dan M anak mereka berada di luar kamar mandi. Posisi korban dikunci dari dalam. Dan posisi terakhir mayat korban mohon maaf itu menutupi, menyender ke dalam ke pintu. Dugaan awal kami menyimpulkan itu adalah bunuh diri," ucap Calvijn.

Terkait posisi senjata api, Calvijn menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, senjata tersebut sudah berada di luar kamar mandi.

Namun, berdasarkan keterangan Bripda IH, senjata itu sebelumnya berada di tangan korban dan sempat diambil oleh Bripda IH setelah kejadian.

"Kemarin sudah saya jelaskan senjata api itu berdasarkan pada saat di TKP itu sudah berada di luar kamar mandi. Dan pada saat itu berada terakhir diambil oleh saksi IH persis berada di tangannya korban," ucapnya.

(yoa/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |