Gempa Susulan Bikin Panik Peserta Upacara HUT RI di NTT

14 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat diwarnai kepanikan akibat gempa susulan.

Gempa mengguncang wilayah tersebut beberapa saat sebelum peringatan detik-detik Proklamasi dimulai pada Senin (17/8) pagi.

Guncangan terjadi ketika peserta dan petugas sedang mempersiapkan upacara. Sejumlah peserta sempat panik hingga pelaksanaan upacara harus ditunda beberapa saat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, upacara tetap digelar dengan mempertimbangkan kondisi bencana yang masih berlangsung di wilayah Flores. Jumlah peserta juga dibatasi demi keselamatan.

"Sebelum pelaksanaan apel sempat panik karena ada gempa susulan, tapi dengan semangat yang kuat dari peserta apel tetap dilanjutkan dengan penuh khidmat," kata Camat Lamba Leda Timur Rikardus Ronaldo Yasman.

Rikardus mengatakan upacara HUT RI tersebut sebelumnya telah dipersiapkan. Namun, rangkaian kegiatan akhirnya disesuaikan dengan situasi pascagempa yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Pelaksanaan upacara dibuat lebih sederhana. Anak-anak sekolah tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, atraksi hiburan dan agenda tambahan setelah upacara juga ditiadakan.

"Sesuai arahan/instruksi Pemkab (upacara) tetap dilaksanakan sesederhana mungkin, tanpa melibatkan anak-anak sekolah, tanpa atraksi dan acara lain, namun tetap dijalankan dengan khidmat dan singkat," jelas Rikardus.

"Karena bencana kita laksanakan dengan sederhana. Yang hadir teman-teman ASN kantor camat, guru dan kepala desa sekitaran kantor camat," imbuh dia.

Tercatat sebanyak 1.624 gempa susulan terjadi dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Sejumlah gempa bahkan dirasakan warga ketika upacara peringatan detik-detik Proklamasi berlangsung di beberapa daerah.

Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, warga merasakan guncangan cukup kuat sekitar pukul 08.48 Wita. Warga yang panik terlihat berhamburan keluar dari rumah.

"Gempa, gempa," teriak mereka.

Gempa susulan masih terjadi beberapa kali setelah guncangan tersebut. Warga berharap aktivitas gempa segera berakhir setelah sebelumnya mereka diguncang gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.

Salah seorang warga Labuan Bajo, Maria, mengaku masih dihantui rasa takut karena gempa susulan terus terjadi.

"Kami takut, tiap hari masih ada gempa susulan," ujar Maria.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

placeholder

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |