Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (13/8) terkait kasus narkoba. Penggerebekan ini mendapat perlawanan dari massa di lokasi dan sempat berimbas pada perjalanan KRL.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakut.info, terlihat sejumlah penumpang menumpuk di Stasiun Tanjung Priok karena keterlambatan kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjalanan KRL Commuterline alami keterlambatan keberangkatan di Stasiun Tanjung priok Pada Kamis 13/08/2026 Karena adanya penegakan hukum penyisiran Gerebek Narkoba di Wilayah Tanjung Priok oleh Pihak Kepolisian," demikian keterangan dalam unggahan itu.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan keterlambatan perjalanan KRL terjadi imbas adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel dan menghalangi jalur perjalanan kereta yang akan masuk ke Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 06.20 WIB.
"Pukul 07.01 WIB, Petugas terkait sudah mengamankan jalur rel dan aman untuk dilintasi perjalanan Commuter Line kembali," kata Leza dalam keterangannya.
Leza menyebut imbas kejadian tersebut, 4 perjalanan Commuter Line Tanjungpriok mengalami keterlambatan selama 16-30 menit dengan total waktu keterlambatan selama 90 menit.
"KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mendengarkan arahan petugas di lapangan," ucap dia.
Dalam rekaman video, terlihat personel BNN dan Brimob tengah berjaga-jaga. Mereka berseragam lengkap dengan rompi antipeluru dan helm.
Jaringan narkoba melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan. Petugas membalas dengan tembakan gas air mata.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Penggerebekan diawali pengejaran terhadap bos narkoba inisial MR di Kampung Bahari tersebut.
"Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Roy, dikutip detikcom, Kamis.
Petugas kemudian membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan di mana tempat dia menyimpan narkoba. Namun, saat petugas hendak masuk, para loyalis MR menyerang petugas.
"Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kita adang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka," tuturnya.
(dis/wis)

8 hours ago
10














































