Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang perempuan inisial YTR (29) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh diduga pacarnya sendiri, Taufik Hidayat (TH) di sebuah kos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Lokasi kos yang ditempati pelaku sebelumnya--dan diduga jadi tempat penyekapan YTR--berada dalam sebuah gang yang tak jauh dari jalan raya yakni sekitar 50 meter. Mengutip dari detikJabar, bangunan kos berlantai dua itu berhadapan dengan sawah dan sejumlah rumah warga.
Berdasarkan pengakuan penjaga kos, Resa Rohendi, Taufik bersama korban tinggal di unit lantai bawah. Resa bercerita Taufik dan korban baru menempati kos itu pada awal Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala itu, Resa yang berada di lokasi mengatakan usai membayar uang kost, Taufik terlihat memapah korban masuk ke dalam kamar. Sejak saat itu, hingga dugaan kasus penyekapan-penganiayaan terkuak, korban dan pelaku tinggal di sana selama sekitar tiga bulan.
"Dari awal saya sudah minta surat nikah. Tapi enggak dikasih terus dan pas sudah sebulan, saya minta surat nikah lagi ke terduga pelaku. Pelaku malah ngajak berantem ke saya," ujar Resa, Selasa (23/6).
Kasus itu terungkap ketika terduga pelaku meminta bantuan Resa untuk mengantar korban ke rumah sakit. Resa mengaku bersama korban di dalam taksi online, sementara terduga pelaku mengikuti naik sepeda motor.
Dia mengatakan mulanya mereka ke rumah sakit di Ujungberung, Kota Bandung, lalu dirujuk ke RSHS.
Resa mengaku janggal karena disuruh pelaku agar mengaku sebagai saudara korban. Kemudian korban disuruh mengaku jatuh di kamar mandi. Selain itu, selama perjalanan, Resa yang duduk di bangku depan mobil tak bisa banyak berkomunikasi dengan korban yang pakai kerudung dan bermasker.
"Jadi dari sini ke rumah sakit Ujungberung dulu. Terus pas di IGD juga saya sudah ada kejanggalan. Soalnya saya disuruh pelaku itu ngaku saudaranya," katanya.
"Kalau diajak ngobrol juga hanya ngangguk-ngangguk aja," ucapnya.
Setelah sampai di RSHS, Resa menjelaskan kembali dipaksa pelaku untuk mengaku sebagai saudara dari korban. Namun, kali itu Resa menolak dan lebih memilih menjawab jujur.
Akhirnya pihak rumah sakit meminta keluarga korban dihubungi, namun Resa mengaku malah diajak pelaku keluar dan diajak berkelahi.
Resa menuturkan setelah itu terduga pelaku langsung pergi entah kemana. Kemudian tidak lama keluarga korban datang dan melihat kondisi korban.
Bukan sampai di situ, Resa mengaku dirinya dan keluarga juga terancam karena setelahnya pelaku bersama sejumlah orang mencari dirinya seraya membawa diduga senjata tajam.
"Dia ke sini [rumah Resa] bawa temannya setelah rame-rame, terus bawa golok. Di rumah masih ada istri saya, lihat dari dalam rumah. Dia teriak, 'Mana si Resa? Saya matikan kamu'. Padahal saya kondisinya lagi di jalan mau pulang," katanya.
Istri penjaga kosan, Mulyati mengatakan dalam kesehariannya korban tidak pernah keluar kamar kos. Menurutnya hanya Taufik yang kerap keluar kosan untuk beraktivitas, dan selalu mengunci pintu meskipun pergi sebentar.
Mulyati mengaku tidak pernah mendengarkan suara jeritan dari dalam kosan tersebut. Tapi, dia kerap mendengar suara benturan tembok dari dalam kosan tersebut.
Menurutnya ketika terduga pelaku ke luar kosan pun kerap ditanya mengenai suara tembok tersebut. Namun terduga pelaku kerap mengelak dan selalu berbicara seolah tidak ada apa-apa.
Kesehariannya, Mulyati melihat pelaku adalah seseorang yang temperamental.
"Suka tempramen tiba-tiba ngajak berantem," jelas Mulyati dikutip dari detikJabar.
Olah TKP
Sementara itu, Tim Inafis Polda Jawa Barat telah menggeledah kosan yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut pada Selasa ini.
Usai olah TKP selama sekitar dua setengah jam, petugas terlihat membawa barang-barang tersebut menggunakan koper, tas ransel, hingga plastik berwarna putih dari kamar kos.
Usai melakukan penyisiran, petugas segera meninggalkan lokasi kejadian. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian di lapangan belum memberikan keterangan mendalam terkait detail temuan dari hasil olah TKP tersebut.
"Ini kegiatan olah TKP dari kepolisian dari Polda Jabar. Olah TKP tadi dari jam 12 siang sampai barusan, jam setengah 3," ujar Ketua RT setempat, Ahmad Solihin dikutip dari detikJabar.
Ahmad mengaku sempat diminta membantu petugas selama proses olah TKP berlangsung. Ia bertugas memastikan warga tidak mendekat agar area sterilisasi tetap terjaga.
"Ini aja saya diminta supaya apa menjaga supaya tidak ada yang lewat, atau mengganggu batas garis polisi aja," katanya.
Ia menyebutkan, ada beberapa barang bukti yang turut disita petugas. Barang-barang tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil Inafis Polda Jabar untuk diperiksa lebih lanjut.
"Ada barang bukti yang dibawa seperti helm, pakaian, tas, dan semuanya dibungkus. Selebihnya kurang tahu sih karena udah dibawa dari dalam sih," jelasnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2














































