Konflik AS-Iran Memanas, Pramono Waspadai Lonjakan Harga di Jakarta

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai potensi lonjakan harga barang dan jasa di ibu kota sebagai imbas dari memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) yang berkolaborasi dengan Israel melawan Iran.

Pramono secara khusus menyoroti ancaman gangguan rantai pasok global akibat ketegangan tersebut yang dikhawatirkan dapat membebani daya beli masyarakat Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama pasti akan berdampak pada barang dan jasa," ujar Pramono di kawasan JPO Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3) sore.

Pramono menaruh perhatian besar pada durasi peperangan. Ia menilai bahwa stabilitas keamanan global sangat krusial untuk mencegah terjadinya inflasi atau kenaikan harga secara tajam, termasuk di Jakarta.

Dia merinci titik krusial dari eskalasi konflik ini berada pada jalur distribusi logistik utama dunia.

"Kenapa barang dan jasa? Karena pertama supply chain-nya, ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini," ujar Pramono.

Jika konflik memburuk dan berujung pada penutupan Selat Hormuz, menurut Pramono rantai pasok (supply chain) global akan mengalami disrupsi parah.

"Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak.

Pramono berharap agar ketegangan di Timur Tengah ini dapat segera mereda.

"Sehingga dengan demikian, saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama," ujarnya.

(kna/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |