Solo, CNN Indonesia --
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) memprediksi akan terjadi revolusi besar pada 5 sampai 15 tahun mendatang terkait artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Menurut Jokowi, hal itu akan memicu perubahan besar-besaran dalam kehidupan manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut perkiraan saya 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar, artificial intelligence," kata saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/2).
Jokowi mengatakan peran AI akan semakin besar dalam kehidupan manusia. Bahkan ia menyebut AI akan terlibat dalam semua aktivitas manusia.
"AI semua, di mana-mana, semuanya AI," kata Jokowi.
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu pun mendorong agar semua negara mempersiapkan diri, termasuk Indonesia.
Tak hanya infrastruktur pendukung AI, Jokowi juga menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia dan regulasi agar siap mengakomodasi peran AI di segala lini.
"Memang harus siap betul, karena ini akan ada sebuah pergeseran dari yang dulunya ekonomi normal masuk ke digital ekonomi ini, masuk ke ekonomi AI atau intelligence ekonomi," ujarnya.
Selain AI, Jokowi juga bicara soal kedaulatan data dan AI. Menurutnya, kedaulatan data mutlak harus dicapai semua negara.
"Kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang," kata dia.
Jokowi mendorong negara-negara berkembang agar mengejar pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung kedaulatan data tersebut.
"Baik itu satelit, baik itu center baik itu fiber optik, baik itu menara BTS yang semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian," katanya.
Meski demikian, Jokowi mengakui kedaulatan AI akan sulit tercapai. Mengingat sumber daya untuk membangun infrastruktur AI saat ini masih dikuasai segelintir pihak.
"Negara besar saja saya kira kan sulit. Amerika mau kedaulatan seperti apa? Wong chip semikonduktor masih impor dari negara lain. Kemudian yang international talent-nya juga masih banyak yang dari India. Apalagi negara-negara berkembang," ujarnya.
Sebelumnya dalam sebuah forum ekonomi di India beberapa waktu lalu, Jokowi juga menyoroti fenomena AI ini.
Hal yang sama juga dilakukan wapres yang juga anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Dalam banyak kesempatan kunjungan, Gibran kerap membahas isu AI.
Misalnya beberapa waktu lalu saat Gibran berharap pesantren jadi pelopor AI hingga blockchain.
(fra/syd/fra)

13 hours ago
6

















































