Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah geger ketika seekor macan kumbang (Panthera pardus melas) diduga kelaparan masuk ke perkampungan mereka.
Kucing besar berwarna hitam legam itu kemudian mengincar ke hewan ternak warga di Dukuh Ngasinan, RT 16/RW 03.
Setidaknya tujuh hewan ternak dilaporkan telah dimangsa hewan predator tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini hewan liar itu telah diamankan pihak BKSDA Jateng dan dibawa ke lembaga konservasi, Safari Beach Jateng, di Batang.
Kronologi
Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, menuturkan kronologi masuknya macan kumbang itu ke perkampungan mereka.
Dia mengatakan awalnya, macan kumbang itu diketahui telah masuk perkampungan saat terdeteksi berada di rumah warga bernama Suryono pada Rabu (12/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, pemilik rumah mendengar suara dengusan dari arah belakang di mana berdiri kandang ayam.
"Waktu itu 05.30 WIB yang punya rumah bangun. Tiba-tiba ada suara dengusan di belakang rumah, di kandang ayam. Setelah dibuka pintu, ternyata ada macan kumbang," kata Tutur melalui sambungan telepon, Rabu (12/8) dikutip dari detikJateng.
Seketika, sambung Tutur, Suryono langsung berteriak meminta tolong kepada warga lain. Selain itu, Tutur yang juga telah mendapatkan informasi soal keberadaan macan kumbang masuk ke perkampungan itu pun segera melapor ke polisi hingga BPBD.
Upaya penangkapan
Tutur mengatakan ketika pihak berwenang mencoba masuk ke rumah, macan kumbang itu sempat menunjukkan perilaku agresif. Oleh karena itu, polisi memilih mundur sembari mengunci pintu karena tidak adanya peralatan memadai untuk evakuasi.
"Dari pihak kepolisian pertama mencoba masuk rumah. Di situ dia mau menyerang. Karena tidak ada alat, akhirnya menjauh dulu dan pintunya dikunci," jelasnya.
Lalu pihak BKSDA Jateng datang. Kapolsek Bawang AKP Slamet mengatakan tim BKSDA itu dipimpin Rimbawanto. Bersama mereka ada pula tim dari Taman Safari Beach Jateng, komplet dengan dokter hewan Drh Bowo.
Akhirnya, mamalia karnivora itu berhasil ditangkap tim gabugnan BKSDA Jateng.
"Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Rimbawanto, tim Taman Safari Beach Batang bersama dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Bawang," kata Slamet.
"Satwa liar tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan secara terukur menggunakan tembakan obat bius dan dimasukkan ke dalam kandang khusus sekitar pukul 11.30 WIB," sambungnya.
Ternak warga dimakan
Slamet mengatakan dugaan sementara, macan itu keluar dari habitatnya untuk masuk ke perkampungan warga karena kelaparan. Selain itu, aparat pun mendapati salah satu kaki macan kumbang itu terluka.
"Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan karena salah satu kakinya mengalami luka, sehingga kesulitan beradaptasi mencari makanan. Sekarang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ujar Slamet.
Tutur menerangkan dari pendataan sementara, diduga macan kumbang itu telah memangsa sekitar tujuh ekor ayam ternak milik warga di kandang tersebut..
"Ayamnya [di dalam kandang] sekitar 25 ekor. Tapi yang dimakan sekitar tujuh ekor," ujarnya.
Kejadian pertama
Dia menyebut rumah warga yang disatroni macan kumbang itu berada tepat di garis perbatasan antara permukiman dan kawasan hutan Perhutani. Dia menyebut peristiwa macan kumbang nyelonong ke permukiman warga baru pertama kali ini di wilayah tersebut.
"Sepengetahuan warga, memang sering bertemu langsung dengan macan tersebut, tapi di hutan. Alhamdulillah tidak pernah mengganggu atau mencederai manusia," ungkapnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)

8 hours ago
6














































