PDIP Buka Opsi Usung Risma Lagi di Pilgub Jatim 2029

3 hours ago 8

Surabaya, CNN Indonesia --

PDI Perjuangan (PDIP) berpotensi kembali mengusung Tri Rismaharini sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029 mendatang. Menurut DPP PDIP, perempuan yang akrab dipanggil Risma tersebut dianggap sebagai kader potensial.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya terus melakukan pengkaderan terhadap sosok-sosok potensial, termasuk Risma yang pernah dua periode menjabat Wali Kota Surabaya, Jawa Timur.

Hasto mengatakan pihaknya terus melakukan penggemblengan kader yang dinilai mampu menjawab harapan rakyat, sehingga peluang bagi mereka untuk kembali maju tetap terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, kami terus melakukan pe-grooming-an (pengkaderan). Mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan mampu menjawab harapan rakyat pasti diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk anak-anak muda," kata Hasto di sela forum konsolidasi internal DPD PDIP Jatim, di Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/8) malam.

"Syaratnya adalah mereka memiliki jiwa dan spirit perjuangan seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh bangsa lainnya," sambungnya.

Diketahui PDIP sudah pernah mengusung Risma pada Pilgub Jatim 2024 berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Namun pasangan ini kalah dari pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak.

Hasto menjelaskan, Risma merupakan salah satu contoh kader yang direkrut PDIP dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kemudian terus digembleng hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.

"Ibu Tri Rismaharini misalnya, beliau direkrut dari kalangan ASN. Kepemimpinannya digembleng, bertemu dengan Ibu Mega, diberikan ruang menjadi Wali Kota dua periode dan sangat berhasil, lalu dipercaya menjadi Menteri Sosial, dan sekarang menjadi Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana," ujarnya.

Selain Risma, Hasto menyebut PDIP juga memiliki sejumlah kader potensial lain untuk maju di Pilgub Jatim, baik dari kalangan kepala daerah maupun anggota DPR RI.

"Kalau kita lihat dalam iklim demokrasi yang terkonsolidasi, ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah, kami punya 12 kepala daerah di sini. Ada juga dari anggota DPR RI, kami punya jumlah yang cukup signifikan, sekitar 19 orang dari Jawa Timur. Partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka," kata Hasto.

Ia menegaskan, banyaknya cerita sukses (success story) kepala daerah dan anggota DPR RI dari PDIP di Jatim menjadi modal utama partai dalam menghadapi kontestasi elektoral ke depan, termasuk Pilkada 2029.

"PDIP memiliki banyak success story terkait para kepala daerah. Dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal utama untuk pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah, serta Pemilu Legislatif dan Presiden mendatang," ucap Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan PDIP terus membangun optimisme politik seiring tren elektoral partai yang konsisten mengalami kenaikan, meski penetapan target kursi sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ya, itu sebagai suatu cita-cita politik. Ditinjau dari peta politik yang ada, secara konsisten elektoral PDI Perjuangan terus mengalami kenaikan. Karena itulah partai harus membangun optimisme, termasuk dalam menetapkan target perolehan kursi pada pemilu mendatang," kata Hasto.

Kendati demikian, target bukanlah yang utama, Hasto menyebut Megawati tetap menekankan pentingnya kader PDIP menampilkan wajah politik yang berpihak kepada rakyat kecil.

"Tetapi Ibu Mega menegaskan bahwa yang terpenting adalah menampilkan wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan terus membela rakyat tertindas," katanya.

Di tempat yang sama, sebelumnya DPD PDIP Jatim secara terbuka menyatakan membidik kursi eksekutif tertinggi di Jawa Timur atau posisi Gubernur Jawa Timur pada 2029 mendatang.

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, mendeklarasikan target ambisius tersebut langsung di hadapan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam forum konsolidasi internal DPD PDIP Jatim di Vasa Hotel Surabaya tersebut.

Said menegaskan, visi elektoral PDIP di Jawa Timur tak lagi sebatas mendominasi parlemen, melainkan harus merebut pucuk pimpinan pemerintah provinsi di Jatim.

"Namun kami tidak berhenti pada Pileg 2029. Sekaligus juga kami berkomitmen, baik DPD, DPC, Fraksi, bahwa sudah waktunyalah PDI Perjuangan Jawa Timur punya Gubernur Jawa Timur," tegas Said di hadapan ribuan kader PDIP.

Selain membidik kursi Gubernur, Said memaparkan peta jalan pemenangan total untuk Pemilu 2029. Menyikapi hasil Pemilu 2024, ia menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk segera mengembalikan marwah PDIP sebagai kekuatan politik nomor satu di Jawa Timur.

"Jawa Timur menuju 2029 kembali menang, kembali nomor satu. Konsolidasi terus kami lakukan karena Jawa Timur menjadi milik kita seluruhnya," ujarnya.

(frd/kid)

placeholder

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |