Jakarta, CNN Indonesia --
Plafon bangunan kelas Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kabupaten Tangerang, Banten, yang berlokasi di Kecamatan Kosambi ambruk hingga menimbulkan jatuh korban luka di kalangan siswa, Kamis (22/1) kemarin.
Mengutip dari Antara, plafon itu ambruk saat hujan deras sedang melanda wilayah tersebut pada Jumat pagi.
Kepala Seksi (Kasi) SMA pada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Nunung Syarif Hidayat mengatakan dari 12 korban itu rinciannya dua orang siswa dan 10 orang siswi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh korban, katanya, tidak ada yang menderita luka berat hanya luka ringan sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.
"Rata-rata mereka (korban) mengalami luka ringan sampai sedang seperti memar dan tergores," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/1).
Berdasarkan laporan, kata dia, insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB pada Kamis lalu. Saat itu ada setidaknya 35 siswa kelas X berada di dalam ruangan sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Proses belajar mengajar pun langsung dihentikan sementara waktu, dan ruang kelas dinyatakan tidak digunakan demi menjaga keamanan pelajar dan para guru.
"Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak dan demi keamanan para guru maka diputuskan para siswa melakukan metode pembelajaran daring," kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan dalam insiden robohnya plafon sekolah SMAN 5 itu akibat cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi sejak pagi hingga siang hari.
Dia mengatakan atap bangunan sekolah mengalami kebocoran hingga akhirnya mengakibatkan robohnya plafon tersebut.
Dia bilang, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan ke lokasi kejadian untuk memastikan bahwa insiden itu terjadi karena kondisi cuaca.
"Itu karena kebocoran. Dari bocor, lama-lama jadi roboh, hanya sedikit informasinya," tutur dia.
(antara/kid)

8 hours ago
6
















































