Rumah-rumah Adat Sade di Lombok Tengah Kebakaran

20 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah-rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WITA.

"Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA. Saya sedang di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Lalu Winakse di Lombok Tengah, Sabtu (22/8) malam, seperti diberitakan Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan sejumlah mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) gabungan dikerahkan untuk memadamkan api di rumah adat Sade tersebut.

Ia mengatakan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, termasuk bantuan dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh unit Damkartan Kabupaten Lombok Tengah.

Antara pada Minggu (23/8) menyebut, api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut. Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan kayu, bambu, dan ilalang.

Warga kampung adat Sade, yang dihuni sekitar 700 warga dalam satu garis keturunan dan memiliki sekitar 150 rumah itu, langsung berhamburan menyelamatkan diri serta sejumlah barang berharga.

Dalam peristiwa tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa. Meski begitu, Supardan mengatakan, data warga terdampak dan jumlah pasti rumah yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Sejumlah laporan netizen menyebut akses arus lalu lintas di jalan raya Sengkol-Mandalika sempat terganggu di tengah upaya petugas melakukan pemadaman.

Rumah adat Sade dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang Sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual adat serta keagamaan.

Rumah adat Suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai terbuat dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu diperoleh dari lingkungan sekitar. Mereka menggunakan paku dari bambu untuk menyambung bagian-bagian kayu. Rumah Suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, serta tidak memiliki jendela.

[Gambas:Instagram]

(blq/end)

placeholder

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |