Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi turut mendalami soal kerja sama antara PT Lokta Karya Perbakin dengan Yayasan sekolah HI di balik temuan ratusan senjata di sebuah sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidik hingga saat ini telah memeriksa 13 saksi untuk dimintai keterangan ihwal temuan senjata tersebut.
Belasan saksi itu di antaranya tiga personel Polres Metro Jakarta Selatan yang mengetahui awal penemuan barang, pihak yayasan sekolah HI, dua karyawan PT Lokta Karya Perbakin yang memiliki izin impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk ketua pengurus yayasan HI periode 2025 sampai dengan 31 Mei 2026 yaitu saudara IWD, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin saudara AHE serta saudara US pihak yang memberikan informasi awal atas temuan barang diduga senjata," kata Budi kepada wartawan, Kamis (20/8).
"Serta saudara AK, Kepala Sekolah SD, serta beberapa pihak yaitu anggota pembina yayasan HI tadi, serta beberapa pengurus dalam adanya perjanjian kerja sama (PKS) antara PT LKP dengan yayasan HI," sambungnya.
Disampaikan Budi, pihaknya juga masih mendalami soal klaim bahwa senjata itu berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah tersebut.
Pernyataan soal senjata tersebut digunakan untuk ekskul menembak di sekolah tersebut pertama kali disampaikan oleh Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra.
"Ini masih juga didalami. Ada dokumen yang diserahkan untuk pelaksanaan yang disampaikan adanya ekstrakurikuler. Ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik apakah sesuai dengan PKS ini pernah sudah ditandatangani, dilaksanakan, ataupun belum dilaksanakan," tutur Budi.
Lebih lanjut, Budi menyebut saat ini penyelidik masih fokus untuk mengusut soal asal usul hingga ketentuan ihwal penyimpanan ratusan senjata tersebut.
"Saat ini penyelidikan masih fokus tentang asal-usul kepemilikan, penguasaan, perizinan, serta tentang rekomendasi penyimpanan barang-barang tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, ratusan senjata berbagai jenis ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya yakni 995 senjata airsoft gun hingga satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.
Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa keberadaan ratusan airsoft gun itu bermula dari kerja sama antara pihak yayasan dengan PT Lokta Karya Perbakin.
"Keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle," kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).
Sementara untuk senpi diketahui milik dari seseorang berinisial DS yang merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin. Namun, dari pendalaman Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya terungkap bahwa sosok DS itu telah meninggal dunia.
(dis/wis)

4 hours ago
5
















































