Jakarta, CNN Indonesia --
TNI AD buka suara soal Babinsa Serda Heri Purnomo yang sempat mengamankan dan menuding seorang penjual bernama Sudrajat menjual es kue berbahan spon.
Heri Purnomo melakukan itu bersama seorang polisi yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi. Anggota TNI dan Polri tu pun udah meminta maaf terhadap Sudrajat setelah hasil laboratorium membuktikan tuduhan itu tak benar.
Lebih lanjut, TNI AD berharap perkara itu selesai dan tak memanjang ke proses tuntutan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadispenad Brigjen Donny Pramono mengatakan Heri telah menyampaikan telah memberikan klarifikasi atas tindakannya yang menjadi viral di media sosial.
Klarifikasi dilakukan setelah ada uji laboratorium forensik Polri yang menyatakan es hunkue tersebut adalah asli berbahan makanan dan aman untuk di konsumsi.
"Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan Kesalahpahaman antara Aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga," kata Donny dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Donny menerangkan pihaknya pun telah mengambil langkah dengan menemui penjual es kue bernama Sudrajat itu untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog.
Pihaknya berharap tak ada tuntutan atau persoalan itu jadi memanjang pascapertemuan tersebut.
"Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," ucap dia.
Sebelumnya, sebuah video viral yang menunjukkan dua pria berseragam TNI dan Polri yang mengamankan dan menuding seorang pedagang es kue atau es gabus berbahan spons atau busa.
"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh," kata pria berpakaian polisi dalam video yang beredar.
Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan melakukan uji sampel es kue yang dijual.
Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, dinyatakan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
"Tim dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," kata Roby dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Lepas itu, Serda Heri dan Aiptu Ikhwan menyampaikan permintaan maaf.
Keduanya diketahui anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan penyesalan atas kekeliruannya dan meminta maaf kepada penjual es kue tersebut.
"Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Ikhwan dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Ikhwan mengatakan tindakan yang dilakukannya itu merupakan merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir ada peredaran makanan berbahaya di lingkungannya. Kata dia, sebagai petugas di lapangan, dirinya harus merespon setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.
Ikhwan mengaku dirinya semata-mata hanya ingin memberikan edukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman.
"Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat," tutur dia.
Atas kekeliruan tersebut, Ikhwan pun menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada Sudrajat, pedagang es kue yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Ia menyatakan tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik Sudrajat.
"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga," ujarnya.
(dis/kid)

1 hour ago
3

















































