Truk Nekat Terobos Perlintasan Dihantam Commuter Line Dhoho di Blitar

4 hours ago 6

Surabaya, CNN Indonesia --

Kereta Api (KA) 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang tertabrak truk di perlintasan resmi terjaga antara Stasiun Blitar-Garum, Jawa Timur, Selasa (28/4) malam.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 21.35 WIB di JPL 190 KM 120+448 saat petugas bersiap menutup palang pintu dan sirine sudah berbunyi.

Dalam situasi itu sebuah truk berkelir kuning dan bak berwarna biru nekat menerobos palang pintu yang masih dalam proses penutupan. Tanpa diduga kendaraan itu kemudian mogok di tengah perlintasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api," kata Tohari saat dikonfirmasi.

Petugas penjaga perlintasan sempat berupaya memberikan Semboyan 3 atau tanda darurat untuk menghentikan kereta. Namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

"Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran, sehingga kereta sempat berhenti di lokasi kejadian," ucapnya.

Tohari memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini. Masinis, asisten masinis dan seluruh penumpang dilaporkan selamat. Begitu juga pengemudi truk yang disebut telah menyelamatkan diri.

Proses evakuasi truk rampung pada pukul 22.00 WIB, disusul perbaikan darurat lokomotif. KA Dhoho sempat dijalankan mundur ke Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diberangkatkan kembali menuju Malang pada pukul 23.48 WIB.

"Tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam kejadian itu. Pukul 23.48 WIB KA 408 CL Dhoho diberangkatkan kembali dari Stasiun Blitar," ujarnya.

Lebih lanjut, pihak KAI menyayangkan sikap tidak disiplin pengguna jalan atau pengemudi truk tersebut yang masih kerap meremehkan prosedur keselamatan di perlintasan sebidang.

"Kami sangat menyayangkan tindakan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal," tegasnya.

Ia kembali mengingatkan, fungsi palang pintu di perlintasan hanyalah sebagai alat bantu, bukan pengaman utama. Pihak KAI pun mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan selalu mendahulukan perjalanan kereta api sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Perlu kami tegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang sebelum memasuki perlintasan sebidang merupakan aturan mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh pengguna jalan," tutup Tohari.

(frd/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |