Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga yang melakukan takbiran di wilayah berdekatan dengan pura atau tempat ibadah umat Hindu di Surabaya, menyesuaikan dengan tidak menggunakan pengeras suara.
Eri menyebut, hal itu agar warga Kota Pahlawan bisa menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama lantaran momentum Hari Raya Nyepi 2026 dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah berlangsung dalam waktu berdekatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka saya juga berharap ketika ada takbir, di titik-titik tertentu yang ada warga Surabaya beragama Hindu, saya nyuwun tolong seperti di Kenjeran, agar yang melakukan takbir tidak keliling di sekitar pura," kata Eri, Rabu (19/3).
Lebih lanjut, Eri meminta pengelola masjid atau musala yang lokasinya berdekatan dengan pura untuk tidak menggunakan pengeras suara luar saat mengumandangkan takbir. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu keheningan yang menjadi bagian utama dari ibadah Nyepi.
"Jikalau itu berdekatan dengan Pura, mohon tidak menggunakan pengeras suara (luar). Cukup di dalam saja pengeras suaranya, tidak keluar dari masjid. Karena kita menghormati saudara-saudara kita umat Hindu yang memang sedang memperingati Hari Nyepi," tegasnya.
Eri juga mengajak pemuka agama dan tokoh masyarakat di tingkat kecamatan serta kelurahan untuk aktif memantau dan mensosialisasikan imbauan ini demi kenyamanan bersama selama hari besar keagamaan berlangsung.
"Mari kita bersama menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kota Surabaya," katanya.
Sejumlah umat Islam akan menggelar takbiran mulai Kamis (19/3) malam. Pasalnya sejumlah organisasi telah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat (20/3) besok.
(frd/wis)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2
















































