Surabaya, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur mencatat setidaknya 14 kawasan pegunungan di wilayah Jawa Timur mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau sepanjang 2026.
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jatim, Muhammad Amrul, memaparkan secara rinci belasan kawasan yang dilaporkan terdampak pada musim kemarau kali ini.
"Daftar gunung di Jawa Timur yang dilanda kebakaran periode 2026 atau musim kemarau ini yakni Gunung Semeru, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Bromo, Gunung Buthak, Gunung Kawinajang, Gunung Wilis, Gunung Argopuro, Gunung Ijen, Gunung Raung, Gunung Pegat, Gunung Payaman, Gunung Gede Blitar, Gunung Ndangean, Gunung Lawu," kata Amrul, Kamis (17/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian total luasan lahan terdampak karhutla di 14 kawasan gunung itu masih terus didata.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan data terbaru perkembangan penanganan karhutla di lima titik operasi. Beberapa kawasan dinyatakan sudah padam, sementara titik lainnya masih aktif.
Kawasan pertama adalah Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. Operasi pemadaman dan modifikasi cuaca di wilayah tersebut membuahkan hasil positif, dan api dipastikan telah padam sepenuhnya setelah menghanguskan lahan yang cukup luas.
"Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini sudah tidak terdapat titik api. Luas Area terbakar kurang lebih 200 ha," kata Satriyo dalam laporannya.
Berbeda dengan Bromo, kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang dan Gunung Buthak yang membentang di wilayah Kabupaten Blitar dan Malang dilaporkan masih aktif. Api masih terpantau berkobar dan telah menghanguskan ratusan hektare kawasan hutan.
"Titik api saat ini berada di wilayah Gunung Buthak tepatnya di atas Gunung Malang dan sisi Selatan Gunung Kawinajang. Luas Area terbakar kurang lebih 800 hektre. Data berkembang," ucapnya.
Bergeser ke wilayah Kabupaten Pasuruan, kebakaran di Bukit Keciri yang diduga akibat rembetan dari Bukit Watangan menunjukkan perkembangan sangat baik. Api di lokasi tersebut dipastikan sudah padam, namun tim masih belum bisa menyimpulkan total luasan lahan yang rusak.
"Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, saat ini tidak terpantau adanya titik api di kawasan Bukit Keciri. Dampak masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Selanjutnya, operasi pemadaman di kawasan Gunung Lawu memiliki dua status berbeda. Kebakaran yang masuk wilayah Kabupaten Magetan dinyatakan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Titik api di Watu Gede, Kabupaten Magetan, dilaporkan telah padam. Saat ini wilayah Gunung Lawu Kabupaten Magetan tidak terpantau adanya titik api," ucapnya.
Meski demikian, tim gabungan di Gunung Lawu masih fokus mengejar titik api yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi karena belum berhasil dipadamkan. Luasan lahan yang terbakar di kawasan ini masih dalam skala kecil namun rawan merembet.
"Titik api yang masih menjadi fokus penanganan berada di wilayah Kabupaten Ngawi, yaitu Petak 41 dan Petak 42D. Luas area terbakar kurang lebih 2 hektare," katanya.
Kawasan terakhir dalam laporan tersebut adalah Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk. Titik api di wilayah ini dipastikan belum padam karena operasi terkendala akses. Luasan lahan yang terbakar juga belum dapat diukur oleh petugas di lapangan.
"Titik api berada di area Puncak Gunung Wilis dengan medan yang terjal dan curam. Dampak dalam pendataan," katanya.
(frd/isn)

7 hours ago
20

















































