AHY soal Posisi Gerbong Perempuan: Pria-Wanita Tak Boleh Jadi Korban

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons usulan terkait pemindahan letak gerbong khusus wanita di tengah rangkaian pascakecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

AHY mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi posisi gerbong wanita KRL.

Ia juga menyoroti gerbong yang didesain untuk memberikan proteksi lebih bagi penumpang perempuan, justru terpapar tingkat fatalitas tertinggi saat terjadi benturan dari arah belakang kereta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, artinya memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita," ujar AHY di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).

"Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," sambungnya.

Meski menjanjikan penataan letak gerbong wanita akan menjadi bagian dari materi evaluasi pemerintah, AHY menekankan bahwa perbaikan mendasar dari sistem transportasi publik adalah menjamin keselamatan seluruh penumpang tanpa memandang gender.

"Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun. Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," tegas AHY.

Berdasarkan kronologi Kementerian Perhubungan, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang tertemper taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85 di wilayah Bulak Kapal.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

(kna/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |