Anak Krakatau Erupsi 42 Kali Sejak Tengah Malam hingga Tengah Hari Ini

10 hours ago 8

Serang, CNN Indonesia --

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda tercatat mengalami 42 kali letusan pada Selasa (25/8) ini--dari tengah malam hingga tengah hari tadi.

Hal itu tertulis dalam laporan yang diunggah ke laman Magma Indonesia, milik Kementerian ESDM, berdasarkan pantauan selama kurun waktu pukul 00.00-12.00 WIB. 

Dalam laporan itu tertulis sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau meletus delapan kali, dengan amplitudo 55-66 mm, dan lama gempa 71-971 detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian 60 kali gempa embusan dengan amplitudo 12-59 mm, dan lama gempa 10-105 detik. Selanjutnya 6 kali harmonik dengan amplitudo 45-62 mm, dan lama gempa 43-757 detik.

Tak berhenti di situ, Anak Krakatau juga mengalami 3 kali gempa kategori Low Frequency dengan amplitudo 19-42 mm, dan lama gempa 13-20 detik.

Selanjutnya 16 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 21-58 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 16-27 detik.

Kemudian satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-50 mm, dominan 10 mm.

"Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak,"  tertulis dalam laporan tersebut, yang dikutip Selasa petang, pukul 15.31 wib.

Kemudian sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, GAK tercatat mengalami 34 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 44-69 mm, dan lama gempa 25-290 detik.

Dalam laporan pantauan yang diakses di situs Magma Indonesia itu, letusan GAK sebanyak 34 kali berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

"132 kali gempa hembusan dengan amplitudo 13-66 mm dan lama gempa 7-21 detik," tulis petugas pemantau Rioboniek Situmorang, dalam laporannya di laman magma tersebut.

Gunung berapi aktif yang berada di perairan Selat Sunda dengan ketinggian 157 Mdpl itu, menyemburkan abu vulkanik dengan intensitas tebal setinggi 100 meter hingga 400 meter.

GAK yang pernah meletus hebat kemudian menyebabkan tsunami disepanjang pesisir Selatan Sunda pada 2018 itu juga mengalami empat kali gempa harmonik dengan amplitudo 37-61 mm, dan lama gempa 17-83 detik,  sepanjang pantauan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

"Satu kali gempa low frequency dengan amplitudo 44 mm, dan lama gempa 12 detik," tulisnya lagi.

Kemudian terjadi 23 kali gempa hybrid atau fase banyak, dengan amplitudo 17-53 mm, lama gempa 7-21 detik.

Selanjutnya satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-60 mm, dominan 20 mm.

"Masyarakat hingga wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3km dari kawah aktif," tuturnya. 

(ynd/kid)

placeholder

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |