Tangerang, CNN Indonesia --
Banjir di wilayah Tangerang imbas hujan deras hingga luapan Kali Angke meluas dan masih merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (23/1).
Ketinggian air dilaporkan mencapai hampir dua meter dan meluas hingga merendam 5 rukun warga (RW) dengan jumlah warga terdampak 600 kepala keluarga (KK). Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, masjid, hingga rumah pemotongan hewan.
Salah seorang warga, Risman, mengaku terpaksa kembali mengungsi karena banjir semakin tinggi sejak dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air mulai naik sejak jam setengah dua malam. Sekarang tambah tinggi, jadi saya mau ngungsi ke rumah saudara biar aman," ujar Risman sambil melewati banjir, Kamis (23/1).
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan agar banjir tidak terus berulang.
"Mudah-mudahan pemerintah Kota Tangerang bisa cepat mengatasi banjir ini," katanya.
Hal serupa dialami Wati yang mengungsi bersama keluarga dan cucunya yang masih bayi. Menurutnya, ketinggian air di rumahnya sudah hampir dua meter.
"Dari tadi malam saya sudah ngungsi, air sudah tinggi. Mau ke rumah anak juga sudah kebanjiran. Sekarang airnya makin naik, hampir dua meter," tutur Wati.
Selain merendam permukiman, banjir juga memutus akses Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat. Banyak pengendara terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif, bahkan sejumlah sepeda motor mogok akibat nekat menerobos genangan.
Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, banjir terjadi di sembilan kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Dua wilayah terparah berada di Kecamatan Cipondoh dan Kecamatan Periuk, dengan ketinggian air dilaporkan nyaris mencapai dua meter.
(das/dal)

5 hours ago
4
















































