Banjir Masih Kepung Pati, Warga Berobat dan ke Sekolah Pakai Perahu

11 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir masih mengepung wilayah Pati, Jawa Tengah (Jateng). Imbas ketinggian air yang masih tinggi, aktivitas warga terhambat. Warga memilih untuk berobat hingga mengantar anak sekolah menggunakan perahu.

Perawat Pembina Desa dari Puskesmas Jakenan Yuliati mengatakan petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah warga menggunakan perahu, karena akses darat masih terendam banjir dan sebagian besar warga memilih bertahan di rumah atau tidak mengungsi.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena akses jalan sejak 13 Januari 2026, tergenang air cukup tinggi dan warga banyak yang bertahan di rumah, sehingga kami mendatangi mereka menggunakan perahu. Kebetulan pemerintah desa memiliki dua perahu yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan," ujarnya mengutip Antara, Selasa (20/1).

Adapun keluhan kesehatan yang banyak ditemui, antara lain batuk, pilek, demam, gatal-gatal, pegal-pegal, hingga luka ringan akibat aktivitas di tengah banjir.

Selain perawat, bidan desa juga turut dilibatkan dalam pelayanan tersebut.

Pelayanan tidak hanya dilakukan pada siang hari, bahkan hingga malam hari, termasuk menangani warga yang mengalami cedera ringan akibat terbentur pagar saat beraktivitas di genangan air.

"Warga terpaksa dirujuk ke Puskesmas Jakenan, karena membutuhkan pelayanan lebih lanjut," ujarnya.

Salah satu warga RT 8 RW 1 Desa Karangrowo, Gini (70), mengaku sudah dua kali mendapatkan pemeriksaan kesehatan di rumahnya sejak banjir melanda.

"Sudah didatangi petugas, diperiksa dan diberi obat," ujarnya.

Aktivitas warga masih sulit

Perangkat Desa Karangrowo sekaligus relawan kebencanaan, Mintarjo menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah desanya terdampak banjir.

Dari 320 kepala keluarga atau 905 jiwa, sekitar 99 persen rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter.

Ia menambahkan aktivitas warga masih sangat terhambat. Karena akses utama masih menggunakan perahu dan getek, karena kendaraan bermotor belum bisa masuk ke desa.

"Ketinggian air di jalan masih sekitar 60 sampai 100 sentimeter. Perahu menjadi akses utama warga, termasuk untuk mengantar anak sekolah ke desa tetangga," ujarnya.

Ia berharap air segera surut, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko penyakit akibat banjir dapat diminimalkan.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |