Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapim TNI-Polri di Istana Negara, pada Senin (9/2) kemarin.
Sigit mengatakan total ada 18 catatan yang disampaikan oleh Prabowo untuk Polri. Arahan tersebut meliputi tugas pokok Polri hingga rencana kerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia menambahkan arahan dari Presiden tersebut langsung disampaikan kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara lewat Rapim Polri pada Selasa (10/2) hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami menindaklanjuti apa yang menjadi direktif Presiden, khususnya terkait rencana kerja pemerintah yang akan terus kami dorong untuk betul-betul bisa berjalan dengan sukses," tuturnya.
Sigit menyebut beberapa arahan khusus dari Presiden yakni agar program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri ditambah untuk wilayah-wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
Selain itu, kata dia, Presiden meminta Polri membantu program ketahanan pangan khususnya untuk tanaman jagung.
"Kemudian terkait dengan rencana program hilirisasi, mengubah sampah menjadi energi dan juga program lain yang disampaikan oleh Kementerian ESDM terkait dengan pengembangan lifting minyak dan program lain," ujarnya.
Kapolri mengatakan Presiden secara khusus menugaskan Polri agar dapat menjaga kebocoran negara serta mengoptimalkan pemasukan negara.
"Saya kira itu hal-hal yang kami diskusikan hari ini, selama beberapa hari ini ke depan, sehingga kemudian menjadi satu kebijakan, satu langkah yang akan ditindaklanjuti oleh para Kasatker dan para Kasatwil di seluruh jajaran," katanya.
(tfq/isn)

2 hours ago
3

















































