Serang, CNN Indonesia --
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau operator penyeberangan Merak-Bakauheni mengutamakan keselamatan apabila kondisi cuaca memburuk dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mengganggu jarak pandang maupun kesehatan penumpang dan awak kapal.
Dudy mengatakan hingga saat ini aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni masih berjalan normal. Belum ada laporan terkait gelombang tinggi maupun kondisi cuaca buruk di Selat Sunda yang mengharuskan operasional penyeberangan dihentikan.
"Apabila ujung-ujungnya ternyata sebaran debu ini sangat berpengaruh kepada kesehatan para penumpang maupun awak, agar tidak dipaksakan melaksanakan operasi penyeberangannya," ujar Dudy Purwagandhi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sebaran abu vulkanik maupun asap dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berpotensi memengaruhi jarak pandang. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian operator pelabuhan, nakhoda, hingga pemilik jasa pelayaran dalam menentukan keselamatan operasional.
"Terhadap gelombang, sampai sejauh ini belum ada laporan yang mengatakan bahwa kita harus menghentikan operasionalnya," terangnya.
Dudy menegaskan kondisi cuaca harus terus dipantau. Jika situasi di lapangan dinilai berisiko bagi keselamatan, pelayaran tidak boleh dipaksakan hanya demi menjaga operasional tetap berjalan.
Sementara itu, masyarakat yang hendak menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni maupun awak kapal diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.
Penumpang dan ABK diminta menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah untuk meminimalkan risiko menghirup udara yang mengandung abu vulkanik.
"Merak masih beroperasi, namun demikian saya minta untuk berhati-hati,khususnya sebaran dari abu itu berdampak kepada para penumpang maupun awak kapal," jelasnya.
(ynd/isn)

2 hours ago
4

















































