Redam Abu Vulanik di Jakarta, Banten dan Lampung, BNPB Modifikasi Cuaca

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

OMC akan difokuskan pada tiga daerah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yakni DKI Jakarta, Banten dan Lampung.  

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan operasi tersebut akan dilakukan hari ini, Minggu (6/9) hingga malam hari dengan pesawat yang telah disiapkan di Bandara Pondok Cabe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini juga kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam," kata Suharyanto saat konferensi pers daring, Minggu (6/9).

Suharyanto menjelaskan OMC dapat dilakukan dengan dua metode, bergantung pada kondisi awan di wilayah yang terdampak.

Salah satunya dengan memicu hujan agar abu vulkanik yang berada di udara dapat terbawa turun bersama air hujan.

"Ada dua teknik untuk OMC, yang pertama adalah untuk mendatangkan hujan tentu saja, kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras begitu, tentu saja abu vulkanik yang sekarang beberapa, dari mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita, ini bisa segera luruh," lanjutnya.

Namun, apabila tidak terdapat pertumbuhan awan hujan, BNPB menyiapkan metode lain berupa penyemprotan air dalam bentuk kabut halus (water mist). Metode tersebut ditujukan untuk membantu mengurai partikel abu vulkanik yang berbahaya di udara.

"Kemudian juga saat tidak ada awan, kami informasikan memang sekarang musim panas ya, operasi Karhutla ini juga OMC-nya terhambat dengan pertumbuhan awan hujan, tapi untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, ini kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya," kata Suharyanto.

"Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam, ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi."

Bandara Pondok Cabe saat ini ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Suharyanto berkata BNPB akan berkoordinasi untuk kemungkinan menggeser OMC ke bandara lai yang tidak terganggu abu vulkanik.  

"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, tadi saya koordinasi dengan Pak Kepala BNPB, nanti mungkin kita geser pelaksanaannya apakah dari Halim atau dari Husein Sastranegara. Jadi tetap dari bandara yang tidak terpengaruh penutupan akibat abu vulkanik ini," jelas Teuku Faisal.

Berdasarkan pembaruan status operasional per pukul 12.30 WIB, Minggu (6/9), Bandara Pondok Cabe ditutup hingga pukul 14.00 WIB, sedangkan Husein Sastranegara ditutup hingga pukul 16.00 WIB.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bahkan tercatat sudah menyebar dari Bengkulu hingga Jakarta.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM pada Minggu (6/9).

BMKG mengatakan, berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin dan hasil analisis RGB Citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua sebaran.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan yang mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

(vnd/wis)

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |