Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto disebut turut menegur para menteri Kabinet Merah Putih dalam retret yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut teguran itu guna melecut semangat para menteri untuk bekerja lebih baik.
"Teguran dalam artian melecut semangat, iya. Karena Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya," kata Pras di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pras mencontohkan salah satunya Prabowo menargetkan sebanyak 35 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) beroperasi pada 2026.
Pras menyebut SPPG itu akan beroperasi untuk melayani target 82,9 juta penerima manfaat. Selain itu, Pras menyebut Prabowo juga meminta percepatan pembangunan kampung nelayan dan pembuatan kapal-kapal tangkap ikan bagi nelayan.
"Jadi beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya juga itu akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita," ucap dia.
Pada Selasa ini, Prabowo mengumpulkan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Jabar.
Retret ini merupakan yang kedua sejak pemerintahan Prabowo-Gibran memimpin pada 20 Oktober 2024 lalu.
Dalam taklimatnya, Prabowo optimistis ia dan jajaran Kabinet Merah Putih telah berjalan di jalan yang benar. Ia menyatakan pemerintahan di bawah kepemimpinannya bekerja sepenuh hati untuk rakyat Indonesia.
"Saudara-saudara percaya, kita ada di jalan yang benar," kata Prabowo dalam taklimatnya.
Prabowo menyebut mereka senantiasa berjuang dalam memberantas kemiskinan hingga mengentaskan kelaparan di Indonesia. Ia pun menyampaikan langkah itu bukan tanpa resiko, ia menyebut pasti ada saja pihak yang tak menyukai perjuangan tersebut.
Prabowo mengatakan ada saja pihak yang mau mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat.
"Kalau niat bersih, enggak mencuri berbuat untuk kepentingan rakyat, bangsa, kita tidak perlu ragu, sedikitpun gentar," ucapnya.
(mnf/dal)

1 day ago
7
















































