Pascabanjir dan Longsor di Tapteng, Pelajar Bersekolah di Tenda Darurat

1 day ago 6

Medan, CNN Indonesia --

Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) aktivitas belajar mengajar kembali berjalan.

Namun kini sekolah yang terdampak melaksanakan pembelajaran di tenda darurat dengan pendekatan pelajaran menyenangkan, trauma healing, dan dukungan psikososial bagi siswa maupun guru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Johannes Simanjuntak, mengatakan kegiatan belajar mengajar mulai aktif kembali sejak awal semester pada awal pekan ini, Senin (5/1). Dia bilang kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Tapteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita di tahun ajaran ini, pada 5 Januari 2026, semua sekolah sudah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang menyenangkan, tidak ada beban-beban PR (pekerjaan rumah)," ujar Johannes, Selasa (6/1).

Johannes mengakui masih ada beberapa sekolah yang aksesnya terisolasi akibat bencana seperti SD Sigiring-Giring, SD Hutana Bolon 3, dan SD Hutana Bolon 2.

Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung, Dinas Pendidikan menyiapkan tenda sekolah darurat bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan.

"Sekolah-sekolah yang masih terisolir sudah kita siapkan tenda darurat. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan. Untuk SD Hutana Bolon 2, sebanyak 161 siswa kita gabungkan sebagian ke SD Hutana Bolon 1 dan sebagian lagi belajar di tenda darurat," jelasnya.

Selain itu, dia bilang Dinas Pendidikan juga telah menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, tas, dan alat tulis kepada siswa terdampak.

"Kita juga sudah menyediakan bantuan seperti seragam, alat tulis, dan tas yang telah didistribusikan sesuai dengan data kita dari siswa yang berdampak bencana alam. Hanya saja beberapa tadi siswa kita tanya, takut kotor seperti itu. Tapi pada umumnya, siswa yang ada di Kecamatan Tukka secara khusus sudah mendapatkan bantuan untuk pakaian seragam sekolah dan alat-alat tulis," kata Johannes.

Pembersihan sekolah pascabencana

Saat ini, tambah Johannes, sejumlah sekolah masih dalam tahap pembersihan. Tingkat kebersihan baru mencapai sekitar 70 persen karena endapan lumpur yang cukup tebal, bahkan hingga 80 sentimeter di beberapa lokasi.

"Walaupun begitu sekolah sudah berjalan dengan situasi yang masih sederhana dikarenakan kita masih fokus pembersihan ruangan. Jadi, sekarang ini di beberapa sekolah masih proses pembersihan berlangsung dengan didatangkan alat berat Beko, kerjasama kita dengan Baznas Tapteng dan Dinas PUPR Tapteng, serta dibantu juga dengan mendatangkan beberapa guru yang ditugaskan," paparnya.

Selain pemulihan sarana fisik, Dinas Pendidikan juga menaruh perhatian pada kondisi mental guru dan siswa. Menurutnya program trauma healing dan pendampingan psikososial akan terus dilaksanakan secara bertahap.

Berdasarkan data sementara, dari 16 kecamatan terdampak, proses belajar mengajar sudah kembali berjalan dengan tingkat kehadiran siswa rata-rata 90 persen. Namun di Kecamatan Badiri, khususnya Lopian 1 dan Lopian 2, kehadiran siswa masih sekitar 80 persen.

Sementara di wilayah Pandan berada di kisaran 80-85 persen.

"Terkhusus yang di kecamatan Badiri, tepatnya di Lopian 1, Lopian 2 itu kehadirannya sekitar 80 persen. Nah yang di Pandan hampir rata-rata data yang kita himpun juga kehadirannya sekitar 80-85 persen begitu," paparnya.

Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 300 sekolah terdampak bencana, terdiri dari 194 SD, 98 SMP, serta sejumlah TK dan PAUD. Dinas Pendidikan Tapteng telah menyusun proposal pengajuan bantuan ke kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian PUPR, untuk mendukung rekonstruksi dan perbaikan bangunan sekolah yang rusak.

"Kita terus lakukan pemetaan dan ada 300 sekolah lebih yang terdampak yaitu 194 SD, kemudian 98 SMP, dan sisanya TK PAUD. Kemudian sudah kita buat proposal untuk pengajuan ke kementerian terkait, terlebih Kementerian Pendidikan dan PUPR, nantinya bisa membantu untuk melakukan rekonstruksi dan perbaikan sekolah," katanya.

(fnr/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |