Pengakuan Jukir Alun-alun Kidul soal Dugaan Pungli Food Truck Bolosego

9 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu pengelola parkir di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta, Supriyo Dwi Hartanto, buka suara mengenai viral pengakuan usaha kuliner Bolosego yang dikenai sejumlah pungutan untuk bisa berjualan di Alkid.

Supriyo tak menampik beberapa waktu lalu telah berkomunikasi dengan pihak Bolosego yang mengutarakan niat menggunakan area parkir di kawasan Alun-alun Kidul untuk berjualan dengan food truck.

Dengan area lahan parkir yang akan digunakan untuk usaha food truck Bolosego sekitar 25x5 meter, maka disepakati biaya Rp1 juta per harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Lahan parkir] diblok untuk satu food truck, kami juga punya bukti (percakapan). Kami sterilkan takutnya kalau dipakai wisatawan nanti terganggu, karena kita sudah ada omongan sama pihak Bolosego," katanya di Polsek Kraton, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (18/9).

Sementara mengenai uang konsumsi, Supriyo mengklaim pengelola parkir tak pernah meminta, namun ditawarkan. Dia juga mengaku punya bukti pesan percakapannya.

Supriyo bilang, jumlah tukang parkir ada sebanyak 15 orang. Namun, untuk konsumsi ia hanya menuliskan kebutuhan 10 orang. Kata dia, pihaknya mengiyakan anggaran yang ditawarkan Bolosego sebesar Rp1 juta untuk lima hari.

Dari total Rp6 juta yang telah diterima pihak pengelola parkir, Supriyo mengaku telah mengembalikan separuhnya atau senilai Rp3 juta.

"Karena tidak melanjutkan event itu meminta pengembalian separuh, dan sudah dikembalikan sebagian," klaim dia.

Sebelumnya, kasus dugaan pungutan liar (pungli) menimpa salah satu pengusaha kuliner, yakni Bolosego di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta.

Dugaan pungli tersebut ini diungkap melalui media sosial Tiktok oleh Pemilik Bolosego bernama Dyah Laily Fardisa. Ia mengunggah video tersebut melalui akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026.

Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik itu, Dyah bercerita pihaknya berencana mengoperasikan food truck Bolosego miliknya 16-20 September 2026 di Alkid setelah mengantongi izin dari pihak keraton.

Akan tetapi, baru satu hari berjualan, ia memutuskan untuk memindahkan lokasi usahanya.

Alasannya, Dyah mengklaim mendapat permintaan uang parkir dari oknum yang mengaku sebagai juru parkir. Semula, ia diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, nominal tersebut disebut menjadi Rp1 juta per hari atau Rp5 juta untuk lima hari.

Dyah selain itu mengaku mendapat sejumlah permintaan lain, termasuk menyediakan makanan untuk 10 orang yang disebutnya preman atau tukang parkir. Selain itu ada permintaan makanan untuk tiga anggota polisi. Ada pula biaya tambahan terkait pemasangan listrik untuk usahanya.

Dalam video terbarunya Dyah mengatakan jika sebenarnya petugas kepolisian datang juga untuk membantu memediasi dengan paguyuban parkir terkait kebutuhan operasional food truck. Mereka bukan yang datang lalu asal minta jatah makan.

Dyah melalui unggahan terbarunya juga menyebut soal pengelola parkir yang telah mengembalikan uang sebagian via transfer.

Namun demikian, banyaknya permintaan itu akhirnya membuat Dyah untuk memilih menghentikan aktivitas jualannya di Alkid. Ia menyatakan tidak ingin memfasilitasi praktik pungutan yang dinilai tidak wajar.

Atas viralnya video tersebut, masing-masing pihak yang disebut pun telah memberikan klarifikasi maupun penjelasan menyangkut persoalan terkait.

(har)

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |