Polisi Dalami Legalitas Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

15 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi tengah mendalami soal legalitas dari ratusan senjata yang ditemukan di sebuah ruangan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo mengatakan di lokasi temuan senjata itu, pihaknya juga menemukan dokumen. Kata dia, dokumen itu masih didalami.

"Jadi selain barang-barang yang ditemukan di lokasi juga ada dokumen. Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman," kata Joko kepada wartawan, Kamis (7/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum bisa menyampaikan (apakah senjata itu legal atau tidak)," sambungnya.

Joko menerangkan penyelidikan perkara ini berdasarkan laporan yang dibuat oleh pihak yayasan sekolah. Kata dia, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait temuan ratusan senjata tersebut.

Diketahui, pada Juli lalu awalnya ditemukan 995 airsoft gun yang terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan beberapa jenis pistol airsoft gun. Kemudian juga ada empat pucuk senjata atau senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa dan empat senjata laras panjang pabrikan.

Kemudian, pada Rabu (5/8) juga ditemukan tiga pucuk airsoft gun. Ketiga airsoft gun itu masing-masing berjenis FN90, AK-47 serta M4 Carbine.

"Langkah kami ini TKP di yayasan, informasi yang kami dapat dari yayasan, kami melangkah berawal dari keterangan pihak yayasan. Dan kemarin sudah ada saksi yang diinterogasi untuk menelusuri tindak lanjut dari temuan ini," tutur Joko.

Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah membeberkan total ada 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah mengatakan saat itu ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.

Terpisah, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin.

"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi kemarin.

Alhadid juga menyebut ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Namun, kata Alhadid, karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan.

"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ujarnya.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |