Pihak Sekolah Minta Polisi Bongkar Bunker Usai Temuan Ratusan Senjata

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meminta kepolisian segera membongkar bunker yang berada di lingkungan sekolah usai ditemukannya ratusan senjata di salah satu ruangan mantan ketua yayasan.

Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, mengatakan pihak sekolah khawatir di bunker itu juga berisi senjata. Bunker itu berada tidak jauh dari ruangan ditemukannya ratusan senjata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu bukan kewenangan kami kan sebenarnya untuk membuka, karena sudah ada pelaporan kami atas dugaan penyalahgunaan senjata. Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata. Kami sudah meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti," kata Hermawanto di sekolah tersebut, Jumat (7/8).

Hermawanto menilai aparat lambat menindaklanjuti laporan pihak sekolah. Ia mengatakan pihak sekolah tengah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, KPAI, dan dengan Gubernur DKI Jakarta terkait persoalan itu.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada atensi dari beliau (Gubernur DKI) untuk berkenan hadir kemari untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar itu semua berjalan lancar, bahkan lebih baik dari kondisi yang kemarin," katanya.

Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut sebelum ditemukan.

Hermawanto mengatakan ruangan tempat penyimpanan senjata sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama berinisial IWD yang telah diberhentikan.

"Bagaimana caranya masuk, bagaimana yang siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat," katanya.

Senjata yang ditemukan di sekolah itu disebut berjumlah hingga 995. Beberapa di antaranya empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47 dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru hingga buku panduan pembuatan peluru.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan di sekolah itu legal dan berizin.

"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.

"Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu," sambungnya.

Disampaikan Alhadid, ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ujarnya.

Namun, Alhadid menyebut karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan. Alhadid juga mengklaim bahwa ratusan aitsoft gun yang disimpan di lokasi tersebut sudah tidak dapat digunakan.

"Jadi yang kemarin disita sama polisi pun kita udah cek, ya memang udah enggak bisa digunakan lagi itu airsoft gun-nya. Jadi ini klarifikasi aja semua, izin-izinnya semua kita punya," ucap dia.

Menurut dia, penyimpanan senjata di lokasi tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Sebab, kata dia, selama ini pun tidak pernah ada insiden yang berkaitan dengan senjata tersebut.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |