Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Pramono Anung menyebut curah hujan yang mencapai 280 milimeter (mm) hingga menyebabkan banjir di Jakarta Utara merupakan angka tertinggi yang pernah ia catat selama menjadi gubernur ibu kota.
"Di Jakarta Utara ada delapan titik untuk menghitung curah hujan itu rata-rata 260 mm. Ada bahkan yang sampai dengan 280 mm, dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta," ujar Pramono di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Ia menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilakukan sejak 15 Januari hingga 22 Januari 2025. Pada hari Minggu (18/1) kemarin, OMC bahkan dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan saya, saya perintahkan secara langsung karena Jakarta sudah pekat sekali. Ketika sore dari jam 3, jam 2 itu kan sudah pekat sekali. Tapi alhamdulillah, ya sekarang kan modifikasi cuaca itu secara, sudah secara ilmiah," katanya.
"Sehingga dengan demikian modifikasi cuaca dilakukan dan akhirnya kemarin menjadi terang benderang, tidak ada hujan," sambungnya.
Pramono mengaku khawatir apabila hujan dengan intensitas tinggi seperti hari Minggu kemarin kembali terjadi. Ia mengklaim curah hujan pada periode tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
"Yang saya khawatirkan kalau ada hujan kembali seperti di satu hari sebelumnya, terutama hari Sabtu dan Minggu, di mana curah hujannya itu belum pernah terjadi," tuturnya.
Sekalipun curah hujan tinggi, Pramono menyebut banjir tidak menimbulkan kerusakan besar.
"Tetapi kalau melihat penanganannya seharusnya enggak besar ya. Karena dampaknya hanya genangan, bukan sesuatu yang menimbulkan kerusakan," katanya.
Mengenai anggaran, Pramono mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana OMC selama satu bulan diambil Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan terus terang ada, apa istilahnya Pergeseran BTT. Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat apa, izin untuk melakukan OMC," tuturnya.
"Karena dia enggak mau, karena takut-takut, kok ini jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali yang kemarin, langsung kita pindahkan. Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai dengan setelah Imlek, bagi saya setiap hari saya kontrol sendiri," sambungnya.
(nat/dal)

2 hours ago
5

















































