Dokter PPDS Unsri Dibully dan Diperas demi Penuhi Gaya Hidup Senior

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang mahasiswa di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mata Universitas Sriwijaya di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang diduga menjadi korban perundungan.

Akibat perundungan para senior tersebut, mahasiswa berinisial OM itu diduga hendak mengakhiri hidup dan mengundurkan diri dari PPDS Unsri.

Selain menjadi korban perundungan, korban juga mengalami pemerasan oleh para senior.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui korban harus membiayai gaya hidup mewah para seniornya seperti membiayai uang semesteran senior, clubbing dan party senior, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan club sepeda bola senior, membeli skincare, menanggung makan dan minum senior.

Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) mengaku telah melakukan investigasi dan mengambil tindakan terkait perundungan dan pemerasan mahasiswa Unsri.

"FK telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada para pelaku," tegas Direktur Utama RSMH Palembang Siti Khalimah, Selasa (13/1).

Menurut Khalimah, perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswa Unsri ini terjadi antar sesama PPDS, yakni PPDS senior dan junior.

"Untuk jumlah pelaku saya kurang tahu tapi ini antara senior dan junior di lingkungan PPDS. FK Unsri telah memanggil para pelaku dan sudah memberikan SP," katanya.

Khalimah menuturkan untuk SP yang diberikan FK Unsri kepada para pelaku perundungan dan pemerasan ke junior mahasiswa PPDS Unsri tidak begitu diketahuinya sebab itu merupakan kewenangan FK Unsri.

"Namun yang saya tahu ada yang tertunda wisudanya. Itu yang saya tahu. Untuk jelasnya bisa hubungi FK Unsri," ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan resmi memberhentikan sementara PPDS mata Universitas Sriwijaya di RSMH Palembang buntut dari aksi perundungan.

Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) RS Mohammad Hoesin Palembang, Wijaya membenarkan adanya pemberhentian sementara PPDS Mata, Fakultas Kedokteran (FK) Unsri di RSMH Palembang.

"Iya benar, dan kemarin diberi tahunya dan sejak kemarin PPDS Mata FK Unsri di berhentikan sementara waktu," kata Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa.

Wijaya menjelaskan pemberhentian yang dilakukan Kemenkes ini, karena proses perundungan ini sudah terjadi berulang kali, sehingga Menkes memberikan instruksi untuk pemberhentian sementara PPDS Mata FK Unsri.

Hal ini dilakukan untuk memberi ruang dan waktu untuk memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan.

"Jadi pemberhentian sementara ini, untuk memberikan waktu dan ruang kepada FK Unsri dan RSMH untuk memperbaiki sistem dan proses pembelajaran PPDS. Makanya diputuskan untuk menghentikan sementara. Agar FK Unsri dan RSMH membereskan dan memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Wijaya, Kemenkes tidak memberikan batasan waktu tapi Kemenkes melihat tindak lanjut dari FK Unsri dan RSMH untuk menyusun langkah-langkah strategis bersama, apa yang harus dilakukan bersama.

"Apa yang kamu harus lakukan untuk memperbaiki sistem dan proses pendidikan tadi dan itu akan kami laporkan secara berkala ke Kementerian Kesehatan dan Kemenkes akan menilai apakah langkah-langkah yang kami lakukan ada perbaikan tadi sudah benar atau sudah ok. Kalau itu dinilai sudah bagus maka program studi PPDS mata bisa di buka kembali," ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Laporan terkait perundungan telah dibuat korban pada 29 Desember 2025 lalu.

"Sudah ada laporan polisinya yang dibuat korban ke Polda Sumsel Pada 29 Desember 2025 lalu," kata Nandang, Rabu (7/1).

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |