Jakarta, CNN Indonesia --
Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah diduga menjadi tempat prostitusi pada malam hari. Dugaan prostitusi di taman tersebut diperkuat dengan temuan bungkus alat kontrasepsi hingga botol minuman keras (miras).
Dilansir dari detikcom, Sabtu (28/2), sebuah bungkusan alat kontrasepsi atau kondom berwarna merah ditemukan dekat pohon besar di dalam taman.
Selanjutnya terdapat bungkusan gel atau pelumas bekas pakai tertutup daun yang berserakan. Kemudian ada juga berbagai macam kemasan tisu basah bertuliskan Magicmax.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu beberapa alat kontrasepsi jenis kondom yang telah dipakai berserakan di tanah. Sementara di sela-sela batang pohon yang patah, terdapat dua botol miras yang masih ada isinya dalam kondisi sudah terbuka tutupnya.
Terakhir, ada kemasan minuman atau suplemen penambah gairah seksual. Semua temuan ini ada dan berserakan di Taman Kota Cawang yang diduga menjadi lokasi asusila sejumlah pria.
(Kurniawan/Detikcom)
Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, diduga menjadi tempat asusila. Di dalamnya ditemukan alat kontrasepsi bekas hingga botol minuman keras (miras).
Celah yang dijadikan akses masuk para pelaku pada malam hari berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim). Celah tersebut merupakan titik akhir pagar pembatas taman dengan trotoar.
Para pelaku diduga masuk ke dalam taman lewat celah antara pagar taman dan dinding saat malam hari.
Pada bagian bawah celah tersebut, terdapat beberapa batu besar, diduga biasa digunakan sebagai pijakan pelaku merangsek masuk ke Taman Kota Cawang.
Kini, celah tersebut pun telah ditutup dengan cor beton. Cor beton menutup penuh celah tersebut. Saat ini, cor beton nampak masih ditopang menggunakan triplek.
Penutupan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur bersama dengan jajaran terkait.
"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Camat Makasar Dimas Prayudi, Jumat (27/2).
Dimas mengungkap adanya informasi penyalahgunaan fungsi taman di sana. Dia mengatakan petugas gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap digunakan warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.
Selain itu, Pemkot Jaktim memasang dua lampu tembak di kawasan Taman Kota Cawang, untuk dugaan praktik prostitusi.
"Dari teman-teman Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur akan menambah penerangan di Taman Kota Cawang dengan memasang dua lampu tembak," kata Dimas.
Dimas mengungkapkan pemasangan lampu tembak dilakukan untuk memastikan area taman terlihat jelas dari luar, terutama saat malam hari.
"Penerangan kita tambah supaya aktivitas dalam taman bisa terlihat dari luar. Dengan dua lampu tembak ini, area yang sebelumnya gelap menjadi lebih terang," ujar Dimas.
Baca berita selengkapnya di sini.
(fra/fra)

13 hours ago
11

















































