Polisi Bantah Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Terkait Kasus Korupsi

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyebut kasus meninggalnya pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65) murni aksi pencurian dan pembunuhan.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menegaskan kasus ini tidak ada kaitannya dengan isu yang beredar di media sosial soal kasus korupsi yang diungkap Ermanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah ada kaitan dengan sebagaimana di media sosial yang sedang ramai disampaikan sedang gencar mengungkap ada dugaan-dugaan penyalahgunaan dalam satu tempat kerja sebelum korban itu meninggal. Dari fakta-fakta yang diperoleh, kami tidak menemukan ke arah sana," kata Iman kepada wartawan, Rabu (11/3).

"Tapi memang murni tindak pidana pencurian dan tindak pidana pembunuhan yang mengikuti atau menyertai tindakan pencurian yang dilakukan oleh tersangka," sambungnya.

Iman menerangkan dalam aksinya tersangka Sudirman alias Yuda menargetkan korbannya secara acak. Saat itu, Sudirman memilih rumah Ermanto karena dianggap yang paling besar di lingkungan itu.

"Saat itu pelaku melihat bahwa rumah tersebut adalah rumah yang paling besar. Sehingga pelaku mengira di sana bisa memperoleh cukup banyak benda atau barang yang dicari oleh pelaku," ujarnya.

Menurut Iman, tersangka sudah sering melakukan aksi pencurian di sejumlah lokasi. Bahkan, tersangka juga pernah kepergok saat sedang beraksi, namun bisa melarikan diri.

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Iman, pihaknya pun memastikan aksi yang dilakukan Sudirman murni dilatarbelakangi motif ekonomi.

"Dari proses penyidikan yang kami lakukan, baik itu analisis digital, baik itu pemeriksaan seluruh saksi yang sudah kami ambil keterangan selama proses penyelidikan dan penyidikan, saat ini kami tidak menemukan motif lain dari kejadian tersebut, selain motif pencurian ataupun pembunuhan yang dilakukan dalam rangkaian pencurian oleh tersangka tersebut," tutur Iman.

Sebelumnya, Ermanto Usman tewas di rumahnya di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (2/3). Dalam peristiwa itu, istri Ermanto juga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa itu baru diketahui sang anak saat menjelang sahur. Saat itu, anak korban merasa curiga lantaran kedua orang tuanya tidak membangunkan sahur hingga pukul 04.00 WIB.

"Ketika dia bangun dia kaget, 'wah ini kan bentar lagi imsak', akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok enggak ada jawaban [dari orang tuanya], lampu masih mati," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Senin (2/3).

Andi mengatakan anak korban ketika itu masih sempat mendengar suara ibunya. Namun saat dihampiri, gagang pintunya sudah rusak dan tidak bisa dibuka.

Setelah diselidiki, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan bernama Sudirman alias Yuda di Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (9/3) sekitar pukul 18.54 WIB.

Ermanto diketahui merupakan Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Pelindo adalah pemegang saham utama di JICT. Dia dikenal pula sebagai pengamat pelabuhan.

Beberapa waktu terakhir, dia dikenal sebagai salah satu sosok yang mengungkap soal dugaan korupsi terkait pengelolaan di pelabuhan. Dugaan korupsi di perusahaan pelabuhan itu pun dibawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(fra/dis/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |