Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama jajaran aparat penegak hukum berkomitmen untuk tidak memberikan ruang sama sekali bagi peredaran narkotika.
Komitmen itu ditegaskan ketika Gubernur menyampaikan duka cita dan belasungkawa mendalam kepada tiga anggota kepolisian Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur setelah melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Kamis (2/7) lalu.
Duka cita disampaikan Agustiar bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung kepada keluarga di rumah duka Aipda (Anumerta) Yudhie Perdana Putra di Kelurahan Kasongan Lama. Adapun dua anggota lain yang gugur adalah Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa ini adalah duka mendalam bagi kita semua, namun saya tegaskan kita tidak boleh takut, apalagi mundur. Kejadian ini justru menjadi alarm keras bahwa perang melawan narkoba di Kalimantan Tengah harus semakin masif dan total," kata Agustiar Sabran.
Gubernur menyatakan mengecam insiden tersebut. Pada saat bersamaan, ia optimistis kejadian ini dapat mendorong penguatan sinergi dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akarnya.
Ia lalu mengajak seluruh masyarakat ikut mengambil komitmen untuk menjaga keamanan, memberantas narkoba, serta memelihara persatuan demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
"Mari kita satukan tekad dan semangat bersama kepolisian untuk menjaga keamanan, memberantas narkoba, menolak segala bentuk kejahatan, serta memelihara persatuan di Kalimantan Tengah," kata Agustiar.
Ia memastikan mendorong pihak berwajib untuk mengusut tuntas peristiwa ini, serta mendukung keluarga yang ditinggalkan. Agustiar sendiri berjanji akan memberi santunan dan menjamin anak dari ketiga anggota yang gugur menerima beasiswa hingga kuliah.
"Saya atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah mengucapkan rasa belasungkawa yang paling dalam atas gugurnya tiga putra terbaik Polri. Mereka adalah pahlawan yang gugur di garis depan demi melindungi generasi muda kita dari bahaya narkoba. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," pungkas Agustiar.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4
















































