UIN Suska Riau Akan DO Mahasiswa Pembacok Mahasiswi di Kampus

15 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

UIN Suska Riau akan 'memecat' atau men-DO Raihan Mufazzar dari kampus mereka buntut aksi pembacokan yang dilakukannya terhadap mahasiswi Faradilla Ayu Pramesti beberapa waktu lalu.

Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau Magfirah Ibu Abu Bakar mengatakan langkah tersebut akan diambil dalam waktu dekat usai tim etik yang dibentuk kampus untuk menangani kasus tersebut bekerja.

Ia mengatakan sanksi pemecatan karena kasus yang dilakukan Raihan masuk kategori pelanggaran berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk di kampus ada namanya tim kode etik kampus. Kalau kita lihat pasalnya ini memang kesalahan berat, tim sedang kerja dan bisa jadi rekomendasi akhirnya adalah diberhentikan atau DO," kata Magfirah dilansir detikSumut, Sabtu (28/2).

Dia mengatakan perbuatan pelaku telah mencoreng nama baik kampus. Selain itu, kata dia, perbuatannya dilakukan sangat kejam.

Sementara untuk kasus pidana pembacokan, ia mengatakan itu semua akan diserahkan ke pihak penegak hukum

"Untuk masalah hukum kita serahkan ke pihak kepolisian," katanya.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Faradila (23) menderita tiga luka sayatan dan tusukan usai dibacok Raihan saat hendak sidang skripsi di Kampus.

"Korban mengalami luka-luka di bagian kepala, kemudian di bagian punggung dan di lengan," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra Zahwani Arsyad kepada wartawan, Kamis (26/2).

Pandra menjelaskan kejadian pembacokan itu terjadi pada Kamis (26/2) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Ia menyebut ketika itu korban yang sudah berada di kampus sedang menyiapkan diri menjelang sidang proposal skripsi.

Pandra mengatakan pelaku pria yang sudah mengenal korban itu datang ke kampus dengan niatan melukai korban dan sudah menyiapkan senjata tajam berupa parang sebelumnya.

Ia menyebut pelaku langsung mencari korban setibanya di kampus dan melakukan pembacokan. Akibat aksinya itu, korban mengalami tiga luka sayatan dan tusukan di daerah kepala, punggung dan lengan.

"Saudara R ini membawa parang ya, senjata tajam berupa parang itu yang langsung menghampiri korban atas nama Farah," tuturnya.

Pasca kejadian pembacokan, Pandra mengatakan pihak Universitas langsung menghubungi Polsek Bina Widya melalui call center 110. Setelahnya petugas langsung ke lokasi dan menangkap pelaku R.

Ia menjelaskan saat ini korban telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru dan dalam kondisi stabil.

Lebih lanjut, Pandra mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara aksi pembacokan itu dilakukan pelaku karena memiliki dendam atau sakit hati terhadap korban.

"Motif yang memang mereka itu sudah ada hubungan dekat di antara mereka, sepertinya itu. Ada perasaan sakit hati atau dendam," tuturnya.

(agt)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |