Jakarta, CNN Indonesia --
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer dari atas puncak pada Kamis (15/1) sore.
"APG terjadi pada pukul 17.08 WIB dengan jarak luncur 4.000 meter dan terhenti dititik itu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho saat dikonfirmasi per telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jarak luncur sejauh 4 kilometer tersebut aman dan jauh dari pemukiman penduduk. Namun BPBD Lumajang tetap mengimbau masyarakat di lereng Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaannya.
"Saat ini hujan abu vulkanik sementara dilaporkan terjadi di Desa Klopo sawit dan Sumbermujur di Kecamatan Candipuro. Kami imbau masyarakat yang keluar rumah untuk menggunakan masker," ujarnya.
Sementara Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto mengatakan terjadi 40 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 94-139 detik pada pengamatan kegempaan Kamis pukul 12.00-18.00 WIB.
"Terjadi satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 37 detik dan satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm, dan lama gempa 44 detik," katanya.
Gunung Semeru dalam status Level III (Siaga), sehingga pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.
Liswanto juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
(fra/antara/fra)

3 hours ago
3















































