Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di kementeriannya membutuhkan anggaran sekitar Rp12,6 triliun.
"Adapun berkenaan dengan pembentukan eselon 1 baru ini saat ini kami melakukan penghitungan kebutuhan anggaran dan untuk sementara diperkirakan diperlukan anggaran 12,6 triliun untuk hal tersebut," kata Nasaruddin dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan saat ini ekosistem pesantren dikelola oleh Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Pesantren dirancang untuk menjalankan fungsi utama yakni pendidikan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang pesantren.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan lingkup tugas yang luas tersebut, diperlukan pendanaan yang memadai agar Ditjen Pesantren mampu menjalankan mandatnya secara optimal.
"Termasuk dalam pembinaan kelembagaan peningkatan mutu pendidikan pesantren serta penguatan peran pesantren dalam kemandirian ekonomi umat," ujarnya.
Pembentukan Ditjen Pesantren di lingkungan Kemenag sebelumnya telah disetujui Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan bertepatan dengan Hari Santri 2025 pada Oktober tahun lalu oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i.
"Dengan surat ini, saya ingin menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui pembentukan Dirjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama," kata Romo.
(dal/yoa/dal)

2 hours ago
4














































