Polisi Ungkap 2 Sketsa Wajah Pengeroyok Bambang Setiawan hingga Tewas

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya merilis sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan saat terjadi kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin 27 Agustus lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan sketsa ini didapat berdasarkan keterangan 14 saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

"Berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut," kata Iman dalam konferensi pers, Rabu (2/9).

Iman menerangkan untuk terduga pelaku pertama adalah laki-laki diperkirakan berusia 30 sampai 40 tahun, memiliki bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian untuk terduga pelaku kedua adalah laki-laki diperkirakan berusia 30 sampai 40 tahun, memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat.

Iman menyebut saat ini penyidik tengah melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang tersebut.

Menurut Iman, Polda Metro Jaya juga masih akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut.

"Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tutur Iman.

Sebelumnya, polisi menerima laporan adanya seorang warga meninggal saat aksi rusuh terjadi di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 27 Agustus. Pihak kepolisian membantu melakukan evakuasi setelah menerima laporan tersebut.

"Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (28/8).

Setelah lokasi aman, kata Budi, Biddokes Polda Metro mengevakuasi korban yang saat itu sudah dalam kondisi pingsan. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia saat ditangani dokter di RS TNI AL Mintohardjo.

(fra/dis/fra)

placeholder

Read Entire Article
Asia Sport| Info Olahraga | Daily News | |