Jakarta, CNN Indonesia --
TNI melalui Landasan Udara Sjamsuddin Noor membantu pemerintah melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Dukungan tersebut diwujudkan dengan melaksanakan tiga sortie penerbangan penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat BNPB PK-SNK di wilayah Kalimantan Selatan, Senin (7/9)," demikian keterangan Penerangan Lanud Sjamsuddin Noor dikutip dari siaran pers Puspen TNI, Selasa (8/9).
Total ada tiga ton NaCl yang disemai, di mana tiap penerbangan atau masing-masing sortie pesawat membawa 1 ton bahan semai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaksanaan penyemaian dilakukan berdasarkan kondisi meteorologi dan perkembangan awan di wilayah sasaran. Dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang tersedia, bahan semai dilepaskan pada lokasi dan waktu yang dinilai sesuai untuk mendukung terbentuknya hujan di wilayah operasi," demikian dikutip dari keterangan tersebut.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita menerangkan pihaknya mendukung pelaksanaan OMC sesuai kebutuhan operasi.
OMC menjadi salah satu bagian dari penanganan Karhutla di Kalsel. Dari tiga sortie penyemaian dari udara tersebut membuahkan hasil dengan turunnya hujan dibeberapa wilayah di Kab. Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.
Namun, Danlanud Sjamsuddin Noor menegaskan OMC bukan satu-satunya langkah dalam menghadapi Karhutla, karena jadi bagian penangann terpadu yang membutuhkan sinergi berbagai unsur.
"Dengan dukungan pesawat BNPB dan keterlibatan personel di pangkalan, Lanud Sam akan terus memperkuat kontribusi TNI AU dalam mendukung pemerintah dan instansi terkait menangani Karhutla," katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya menindak tegas korporasi bandel yang menjadi penyebab karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
"Kalau perlu kita segera cabut semuanya. Semua izin-izinnya kita cabut ya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah, sudah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," kata Prabowo dalam Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Bencana Alam secara virtual, Senin kemarin.
Prabowo menyatakan daftar perusahaan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Kehutanan, ATR/BPN hingga Satgas PKH untuk dicabut perizinannya. Ia mengatakan pencabutan izin itu setimpal lantaran aksi yang mereka lakukan sudah melampaui batas.
Pada saat yang sama, Listyo menyebut ada 8 perusahaan yang sedang diproses terkait kasus Karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Prabowo pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menyerahkan daftar perusahaan yang sedang diproses dalam kasus Karhutla. Termasuk yang masih dalam pendalaman pascapencabutan atau pembekuan izin.
Listyo mengatakan hingga kini, total sudah ada 200 laporan polisi terkait Karhutla yang sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia juga menyampaikan dari ratusan pelaku itu sebanyak 119 di antaranya memang sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Sementara 18 orang lainnya terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.
Dalam rapat itu, Prabowo juga mengungkapkan keheranan atas kemunculan lahan-lahan perkebunan sawit baru pascakarhutla tersebut.
"Saya tertarik dengan yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi, tolong diselidiki terus," ucapnya.
Prabowo pun menilai ada unsur kesengajaan pembakaran yang bertujuan untuk pembukaan lahan perkebunan.
(kid/ugo)

5 hours ago
6

















































