Jakarta, CNN Indonesia --
Warga-warga di Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar) berebut air bersih bantuan yang dikirim akibat kekeringan di wilayah Pantura Jawa tersebut.
Mengutip dari siaran CNNIndonesia TV, terlihat ratusan warga menyerbu kendaraan yang membawa air bersih di Kampung Kedung Krisik, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.
Setidaknya terdapat 2 tangki air bersih bantuan yang dibawa Tim Polres Cirebon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, kita menurunkan sekitar 10 ribu air, kemudian sementara tadi kita 2 toren, kita akan salurkan terus setiap minggunya," ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, seperti disiarkan CNNIndonesia TV, Selasa (8/9).
Kedatangan mobil bantuan air bersih sangat ditunggu warga. Sejak kemarau melanda sebulan terakhir, air bersih menjadi sulit didapat.
Berdasarkan laporan warga, banyak sumur mengering dan tak mengeluarkan air. Akibatnya, banyak warga terpaksa ke rumah sanak saudara di kampung lain demi memenuhi kebutuhan air bersih.
"Buat masak buat nyuci, buat mandi gitu, sejak kemarau aja enggak ada air," ucap Zaharoh salah satu warga Kampung Kedung Krisik.
Mengutip dari Antara, penyaluran bantuan air bersih di Kota Cirebon ternyata telah dilakukan sejak Juni 2026, dan masih berlanjut hingga saat ini.
"Kami mengatur keterlibatan sejumlah instansi agar kebutuhan masyarakat bisa dilayani secara bergantian dan terkoordinasi," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon Arief Adithya Firmansyah.
Adapun, berdasarkan pantauan dari Instagram @bpbdkotacirebon, Kelurahan Argasunya menjadi salah satu kelurahan rentan yang terdampak kekeringan dari 22 kelurahan lainnya di Kota Udang tersebut.
Hingga 3 September, BPBD Kota Cirebon telah menyalurkan sebanyak 208 ribu liter air kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Argasunya. Menurut BPBD, lebih lanjut bantuan air bersih telah menjangkau 1.203 kepala keluarga atau sekitar 3.929 jiwa di Kelurahan Argasunya.
Namun, jumlah ini masih bersifat dinamis karena masih mengikuti kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan. Arief menyebut data jumlah warga yang terdampak kekeringan masih terus dipantau.
Arief juga menyebut Pemkot Cirebon telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 melalui Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026.
(knf/kid)

5 hours ago
3

















































